..
Yha karena akhir tahun, tentunya ini waktu yang sangat baik buat kita refleksi besar besaran, terkait apa apa yang harus diapresiasi dan apa yang harus dibenahi. Seperti kata orang pinter yang sering dijumpai di timeline sosmed akhir akhir ini, kita buat refleksi kali ini dengan metode journaling. Ini adalah upaya pemaksaan kepada diriku sendiri untuk terus berdialog dengan diri sendiri, buat keep my creativity engage gitu, buat bikin aku terus berkembang seperti kembang mayang (duh kemendel sekali).
Jadi aku coba nulis jurnal terinspirasi dari pengalaman aku ikut les Menulis dari kelas kak Izzi (@sriizzati) mangga bisa mampir ke akun beliyo- aku merasa ‘hm seru juga” nulis yang ada pemantik diskusi di dalam kepala tapi tetep make sure kita memandang emosi yang dituahkan secara objektif seperti metode yang diajarkan ka izzi, bedanya yang diajarkan kak izzi lebih banyak materi dan sangat cocok untuk menulis cerita fiksi. Lalu berawal dari merasa lega setiap kelas kak Izzi aku berkenalan dengan metode journaling. Sebenarnya dari dulu pun aku juga udah suka nulis sambatan berupa diary. Ya dari kelas 4 SD udah ada beberapa buku diary dari hari hariku yang.. gitu gitu aja. Tapi ternyata selama ini caraku mengelola emosi saat menulis diary itu masih kebanyakan nafsun dan ghodobnya cuy, astaga isine suwambat dan dilebih lebihkan wkkw. Tapi gak papa, semua butuh proses, termasuk mengetahui metode journaling apa yang cocok buat aku (belum tentu cocok buat kamu, tapi kalo mau coba sangat rekomended jempol empat).
Perjalanan menemukan metode journaling yang cocok untuk aku juga memakan beberapa waktu, sekitar satu tahun terakhir aku baru menemukan metode journaling yang tepat itu, 6 bulan terakhir kayaknya deh. Tipe yang aku pakai yaitu tipe Gratitude Journal, dan Shadow Work Journal yang aku lakukan tiap hari dan tiap minggu. Selain kita bisa release emosi yang mungkin kependem hari itu, mencatat hal hal yang buat kita bersyukur secara kontinu ini bikin aku jadi lebih ga suka ngereog didalam batin. Percayalah dibalik kelakuanku yg sangat ekspresif, ternyata masih banyak emosi yang harus dibuang dan diberesin. Menulis gratitude journal berarti kita harus menuliskan poin poin paling sederhana sampai yang tidak sederhana dalam bersyukur. Sedangkan menulis shadow work bikin aku lebih tau apa yang harus aku masukkan dalam list to-do list ku dan engga. Plus, release sesuatu yang emang gak perlu disimpan lama lama, atau bahkan mengkatalis proses konversi rasa ciut menjadi rasa berdaya.
Menulis jurnal tiap hari mengubah bagaimana aku yang sangat sensitif jadi lebih legowo, dan mengalihkan sensitivitas kepada energi yang lebih baik. Jadi, karena emang anaknya suka nyimpen perasaan perasaan sampah, journaling bisa jadi agen mediasiku terhadap hal hal nggak nyaman yang sering diabaikan dan gak diproses, setiap harinya. Menulis jurnal juga mengembangkan caraku memaknai doa dan sikap bersyukur. Aku belajar untuk memaknai sikap syukur tanpa tapi, memahami sikap syukur tanpa harus membandingkan apa yang aku punya dan orang tidak punya, begitu juga sebaliknya. Aku belajar kalau bersyukur itu nggak perlu menelusuri sesuatu yang kompleks, bersyukur itu adalah pilihan. Sama dengan bahagia, ketika kamu ngerasa gak bahagia - coba pertanyakan lagi kepada dirimu, emang yang bikin kamu gak bahagia itu apa? Apakah yang bikin kamu gak bahagia itu sudah pasti keadaan lain atau orang lain? Atau kamu yang memang tidak memilih bahagia? Atau kamu yang tidak mempersilahkan dirimu memilih untuk bahagia.
Nggak jarang selama nulis aku juga males, karena ngerasa gak ada yang perlu diceritain. Tapi justru di situ magic nya journaling. Kita ga akan punya excuse untuk gak bersyukur dan evaluasi, jadi kita terlatih buat ngerasa harus selalu menemukan alasan apa yang buat kita bersyukur, apa yang perlu dievaluasi dari hasil kinerja kita. Sesederhana udah makan sayur apa belum hari ini, juga kadang kadang hal yang aku syukurin atau aku evaluasi setiap harinya. Disini kita bakalan terus terbiasa melihat apa yang terjadi hari ini, disini, sekarang. Being present kalau kata orang orang. Karena nggada rahmat yang lebih besar, selain menyadari kehadiran pertolongan, kehendak, rahmat Tuhan, yang kadang kadang kita anggep remeh setiap harinya.
“Terus nulisnya dari mana ?” nulisnya bisa kita pake tema tema yang berbeda biar tiap harinya gak bosen, atau bisa pakek Chat*pt buat bikin pertanyaan pemantik. (Plis sekarang udah canggih, jangan males cari informasi!). Tapi overall pertanyaan yang aku pakai gak susah susah, yang penting bisa bikin aku mengevaluasi, memanifestasi apa yang sudah terjadi dan apa yang mau diperbaiki.
Khusus untuk jurnal refleksi tahun ini, hari ini .. kita mengemas hasil journaling ke dalam blog adalah bentuk nyata dan sebuah resolusi 6 bulanan wkwk. Berikut sedikit contoh pertanyaan hasil merenunk (pakek nk) khusus untuk edisi akhir tahun.
Kita awali dulu dengan breathing exercise..
Lalu kita setel instrumen yang bikin enjoy
Kok banyak interupsinya sih mut
..
Kita mulai beneran
..
Beberapa pertanyaan pemantik diawal aku lebih suka mencantumkan pertanyaan seputar evaluasi baru masuk ke ranah manifestasi dan refleksi, misalnya,
“Kegagalan apa saja yang sudah kamu alami tahun ini?”,
“ Skill baru / pengetahuan baru apa yang sudah kamu kuasai tahun ini?”
“Pengalaman baik dan menyenangkan apa yang mau kamu lanjutkan ditahun yang akan datang?”
“Pengalaman buruk apa yang kamu tidak ingin ulangi? Dan gimana kamu merumuskan solusi alternatifnya?”
“Sebutkan 3 hal yang harus kamu improve!”
“Sebutkan 3 hal yang harus kamu lepaskan”
“Siapa dan apa saja yang harus kamu syukuri besar besaran atas kehadirannya”
…
Dan yang paling penting,
“Jadi, apa tiga pelajaran terbaik yang kamu dapat tahun ini?”
Kira kira begitu pemantik refleksinya,
Khusus pertanyaan pemantik terakhir, aku jawab sedikit disini boleh ya, xixi.
Karena menurutku, tahun 2023 ini adalah tahun pelipur lara dari tahun 2022 yang gelap (wow). Tahun 2023 adlah tahun ajaib, dimana banyak hal yang terwujud dengan cara yang aku paling gak sangka sangka, begitu juga dengan bentuk perpisahannya, dan bagaimana aku berkembang dalam meresponnya.
Hehe
Jadi jawaban terkait pelajaran terbaik yang aku dapat di tahun ini adalah :
‘Mari terus belajar dan menelan semua sulitnya menerima, ‘terhina dengan baik’. Alih alih berfokus terhadap hal yang menyakiti kita, kumpulkan energinya untuk memaafkan dengan tuntas. Menjadi pemula dan pembelajar akan terus bergesekan dengan hal hal yang buat kita gak nyaman atau bahkan terhina. Tapi menerima rasa hina dengan baik adalah hal baik yang kita bisa lakukan kok, ternyata memandang rasa terhina juga perlu dilakukan dengan baik dan efisien, agar saat diringkus dan dilepaskan, bukan amarah lagi yang kita korbankan. Justru, mungkin hanya dengan cara ini kita bisa memproses ilmu yang mungkin selama ini terhalang dari perasaan terhina. Jadi ayo siapkan energi untuk mengelola rasa hina dan perasaan tidak nyaman lainnya. Sebagai bagian dari proses belajar tak henti.
‘You are allowed to change’. Kamu boleh merubah tentang apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu inginkan, apa yang biasa kamu lakukan. Kamu boleh merubah bagaimana cara merespon sesuatu, mengatasi sesuatu, baik terlihat dengan samar atau bahkan dengan cara yang terang terangan. You are allowed to change quickly and boldly and recklessly and slowly and strangely and endlessly - you are allowed to stop or run if there's a bus or a moment to catch. Meskipun rasanya gak nyaman melihat kamu ‘berubah’ tapi kita harus terus berlatih untuk membiasakan pertumbuhan ini sudah mengubah proses hidupmu menjadi versi yang sekarang. Inget yaa tiap kali ngerasa gak enakan- Instead of reaching for a packet of sugar to sweeten or pleasent to explain, just thank them for noticing because you are allowed to change.
“Jangan remehkan apa apa yang kamu pikirkan, karena apa yang kamu pikirkan, tulis dan suarakan bisa jadi menarik energi yang lebih besar dari yang kamu bayangkan”. Karena tahun ini banyak hal yang patut kita syukuri, maka kita lanjutkan tentang bagaimana mengupayakan hal hal baik itu untuk terus berkelanjutan. Kadang kita lupa tentang pentingnya mengembangkan doa, melibatkan Tuhan disaat kita berada diatas. Jangan lupa tetap berdoa untuk selalu punya kekuatan memahami dan terkoneksi dengan sang pencipta, tetap memohon perlindungan untuk hal hal yang belum kita ketahui karena sejatinya kita lebih membutuhkan pertolongan Tuhan disaat saat kita menerima keberkahan. Pikirkan yang baik baik, agar kita bisa terus mengupayakan hal yang baik, upayakan hal hal baik agar kita juga menarik energi baik lainnya, karena Tuhan sesuai dengan prasangka hambaNya. Kita terbatas, maka jika sampai pada suatu masa bertemu batas, kita serahkan kepada yang maha melampaui batas yaa!
Dah, begitu kira kira cerita 2023 ku yang sangat seru. Tentunya untuk tahun selanjutnya, semoga kita gak remedi lagi kalau kalau ujiannya sama, terus kita bisa memupuk kebaikan lebih banyak, sembuh lebih cepat, mengupayakan terus hal hal baik kita selama berproses menjadi seorang manusia. Bertanggung jawab atas semua sedih dan senangmu, karena kalau kata Lagu Sal Priadi, "Jelita, kau harus cantik lagi..". banyakin syukurnya deh! Selamat Tahun Baru 2024 Gengs!
Komentar
Posting Komentar